• Im weird. Im hilarious. Im the one of God's daughter all around the world. Youre blessed!

  • Jesus be the center of my life from beginning to the end. It will always be, its always been you Jesus. Nothing else matters nothing in this world will do. Jesus, Youre the center everything revolves around you

  • Distributor kosmetik menyediakan berbagai pemutih, peninggi, pelangsing langsung import harga firsthand! Kunjungi kami di IG: @anbeautyID

  • You got me exactly youll know me further then

    Find me everywhere with my id: stelldc

  • You're my home whenever i'm happy or sad, better or worst, bad or luck i'll always going back to.

Next
Previous

Tuesday, 18 November 2014

13

Pengertian, Fungsi dan Komponen Visual Basic 6.0 Entreprise

Posted in , , , , , , , , ,
PENGERTIAN VISUAL BASIC SECARA UMUM

Author: Stella D. J. Shanawi
Pembimbing: Rini Windarti, S.T
Pemrograman Berorientasi Objek
SMK TELEKOMUNIKASI TUNAS HARAPAN dalam KURIKULUM 2013
Credit me on twitter on instagram://stelldc
           



   Bahasa pemrograman yang paling awal dirancang pada tahun 1950-an dan dibuat semata-mata untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks. Bahasa-bahasa tersebut agak membingungkan bagi orang awam. Namun hal itu bukanlah masalah berbesar, karena komputer hanya ditemukan di lembaga-lembaga riset besar. Lambat laut tentunya orang sadar bahwa teknologi komputer bisa berguna tidak hanya untuk melakukan perhitungan matematika, namun bisa berguna untuk bidang yang lain. Maka komputer pun mulai menjadi barang yang biasa ditemukan di lingkungan bisnis dan universitas. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan komputer, semakin banyak pula orang yang sadar bahwa bahasa pemrograman yang rumit hanya akan menghambat perkembangan komputer itu sendiri. Pada tanggal 1 Mei 1964, penemu bahasa BASIC, yaitu Profesor John G. Kemeny dan Thomas E. Kurtz di Dartmouth College di New Hampshire menjalankan pertama kali program BASIC.
Bahasa BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) merupakan bahasa tingkat tinggi yang berbentuk interpreter, yang memungkinkan untuk mengoperasikan komputer secara interaktif, program dapat ditulis, dijalankan, diubah dan dijalankan lagi tanpa harus melalui tahap kompilasi seperti pada bahasa tingkat tinggi lainnya yang berbentu compiler. Bahasa ini dirancang khusus untuk memudahkan tugas belajar memprogram.
Pada tahun 1975, Paul Allen, pemrogram muda yang bekerja ada perusahaan komputer Honeywall dengan teman masa kecilnya William Bill Gates menawarkan interpreter BASIC kepada Ed Robert, pemilik perusahaan MITS yang memproduksi komputer mikro Altair 8800 yang mempunyai RAM 4 KB. Kedua orang ini semasa di SMA sudah pernah mendirikan perusahaan dengan nama Traf-O-Data, tetapi tidak sukses. Ed Robert berjanji akan membeli interpreter BASIC tersebut apabila ia bisa berjalan di atas komputer Altair. Paul Allen dan Bill Gates mengembangkan interpreter BASIC tersebut tanpa pernah melihat secara langsung bentuk dari komputer Altair, apalagi menggunakannya. Apa yang mereka andalkan adalah manual dari microprocessorIntel 8080 yang digunakan di Altair dan diagram dari komputer Altair itu sendiri. Untuk mengujinya, mereka menjalankan interpreter BASIC-nya pada komputer besar dan akhirnya merekam hasilnya ke pita kertas (paper tape). Ketika Paul Allen akan mendemonstrasikan hasil kerjanya pada Ed Robert, dia teringat bahwa belum ditulis suatu program loader untuk membaca dan meletakkan interpreter BASIC yang ada di paper tape ke dalam main memory Altair. Paul Allen langsung menulis program loader tersebut dalam bahasa mesin dan memanggil interpreter BASIC dari pita kertas. Setelah beberapa menit, program berhasil masuk ke main memory. Paul Allen menyadari bahwa dia dan Bill Gates telah membuat banyak kesalahan di sana-sini, walaupun demikian, interpreter BASIC ini akhirnya dapat berjalan juga di komputer mikro Altair dan Ed Robert jadi membelinya. Untuk kedua kalinya, Paul Allen dan Bill Gates mendirikan suatu perusahaan yang disebut dengan Microsoft, yang terkenal sampai sekarang. Inilah cikal bakal dari BASIC yang terkenal itu.
Beberapa tahun kemudian muncullah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dengan menawarkan berbagai macam fungsi dalam pustakanya (library). Akan tetapi, untuk membuat sebuah aplikasi bisnis berbentuk grafik masih merupakan pekerjaaan yang cukup sulit untuk dilakukan. Jangankan aplikasi berbentuk grafik untuk menangani permasalahan mencetak data ke dalam printer saja sudah cukup untuk membuat pemrogram kesulitan. Belum lagi untuk membedakan antara printer satu dengan yang lainnya, walaupun keduanya mempunyai tipe yang sama, yaktu sama-sama dotmatrix, pemrogram harus terlebih dahulu membuat sebuah program yang mengakomodasi semua printer tersebut. Itulah gambaran kesulitan yang dialami oleh generasi pertama pemrogram. Dibutuhkan lebih dari 20 tahun untuk mendapatkan lingkungan pemrograman berbasis DOS yang cukup stabil.
Ketika komputer mikro tergusur oleh IBM PC, maka inilah zaman dimulainya era komputer pribadi (personal computer – PC) dengan antarmuka pemakai grafis (Graphical User Interface – GUI). Dengan munculnya Microsoft Windows, para pemakai PC bisa bekerja dalam lingkungan yang kaya grafis dan intuitif. Dengan GUI menyebabkan aplikasi-aplikasi jauh lebih mudah dipelajari dan dipakai. Hal ini sebagai ganti belajar mengetikkan dan menghafal perintah-perintah yang panjang, para pemakai cukup memilih sebuah menu dengan mengklik tombol mouse. Jendela-jendela pada layar memungkinkan pemakai untuk menjalankan lebih dari satu program secara bersamaan (multi-tasking). Kotak-kotak dialog muncul ketika sebuah program membutuhkan konfirmasi dari pemakai.

                 Pada tahun 1986, Dr. Bjarne Stroustrup meluncurkan bukunya yang sangat berpengaruh dengan judul The C++ Programming Language sebagai tanda dimulainya era pemrograman berorientasi objek (Object Programming Language -OOP). Pada tahun yang sama Intel meluncurkan microprocessor 32 bit yang pertama kali yakni 386. Banyak pemrogram profesional Amerika menggunakan bahasa C++ sebagai bahasa pemrogramannya ketika membangun suatu aplikasi yang berjalan di atas Windows. Pustaka-pustaka class (class library) dibangun untuk membantu kecepatan pengembangan suatu aplikasi. Terutama class yang berhubungan dengan objek.
                 Banyak orang percaya bahwa Windows mengawali masa berakhirnya pemrogram amatir. Dalam dunia MS-DOS, para profesional dalam di bidang non-komputer, biasanya mampu menulis aplikasi-aplikasi sederhana yang membantu mereka dalam pekerjaannya, merampingkan perhitungan yang membosankan, atau mengelola data dengan cepat. Jadi C++ bukanlah bahasa yang tepat untuk mereka. Karena yang mereka butuhkan adalah bahasa pemrograman yang cepat dan mudah dipelajari. Sementara C++ adalah bahasa yang benar-benar berbeda dengan bahasa C sebelumnya karena mengandung OOP. Pada waktu itu, sebagian besar pemrogram profesional membutuhkan waktu 6 bulan untuk akrab dengan konsep OOP seperti pengkapsulan (encapsulation), pewarisan (inheritance), dan polimorfisme (polymorphism). Namun bisakah setiap orang memahami hal-hal tersebut? Tentu tidak, apalagi tuntutan pemrograman dalam Windows begitu rumit bahkan untuk aplikasi yang paling sederhana sekalipun.
Tuntutan ini terjawab pada 1991, ketika Microsoft memperkenalkan Visual Basic versi 1.0. Sistem pemrograman Visual Basic mengemas kerumitan Windows dengan cara yang benar-benar menakjubkan. Sejumlah besar pemrogram yang kesulitan untuk mempelajari C++ atau pemrogram yang membutuhkan bahasa pemrograman yang lebih mudah dan lebih produktif untuk lingkungan Windows 3.0, dapat dengan mudah dan sukses pindah ke Visual Basic.
Dengan mengkombinasikan kemampuan bahasa Basic dan peranti desain visual, bahasa ini menyediakan kesederhanaan dan kemudahan pakai tanpa mengorbankan kinerja atau fasilitas grafis yang menyebabkan Windows menjadi lingkungan kerja yang begitu menyenangkan. Menu, tombol, textbox, font, dan semua elemen lainnya dengan mudah dapat dirancang. Dan semua fasilitas tersebut tidak membutuhkan lebih dari beberapa baris pemrograman.



Berikut Perjalanan Visual Basic (VB 1.0 Sampai VB 10)

• VB 1.0
             Visual Basic 1.0 adalah salah satu bahasa komputer pertama yang mendukung pemrograman event-driven. Event-driven adalah gaya pemrograman yang sangat cocok untuk antarmuka pemakai grafis. Secara tradisional, pemrograman adalah sesuatu yang berorientasi pada proses dan langkah demi langkah. Sebagai ganti menuliskan sebuah program yang mengeplot setiap langkah dalam urutan tepat, pemrogram menuliskan sebuah program yang bereaksi terhadap tindakan pemakai seperti memilih sebuah menu, mengklik jendela, atau menggerak mouse. Suatu program yang besar dapat diganti dengan kumpulan miniprogram yang dipicu oleh event-event yang dilakukan oleh pemakai. Dan dengan Visual Basic, aplikasi seperti ini bisa dituliskan dengan cepat dan mudah. Sebagaimana kata Visual yang tersirat, pemrograman dilakukan secara visual. Ini berarti bahwa sebuah aplikasi sudah terlihat hasilnya walaupun belum dijalankan. Letak dan ukuran menu, textbox, tombol, dan elemen lainnya dapat dirancang dengan menggunakan mouse dan keyboard.

• VB 2.0
                   Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsep dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB 4.

• VB3.0
Untuk memenuhi untuk tuntutan dari para pemrogram seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, beberapa tahun kemudian Visual Basic 3.0 diluncurkan dengan kinerja yang sudah ditingkatkan. Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versistandard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau Access) 1.x Bukan hanya DAO (Data Access Object – yang berfungsi untuk mengakses database) sudah ditambahkan, tapi juga akses data visual dengan kontrol data (data control) juga sudah diberikan. Aplikasi data-browsing dapat dengan mudah dilakukan tanpa menulis kode. Kontrol OLE (Object Linking and Embedding) juga sudah ditambahkan. Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versistandard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau Access) 1.x

• VB4.0
Seiring dengan perkembangan teknologi microprocessor yang telah berbasis 386 ke teknologi Pentium, Microsoft pun kemudian meluncurkan Windows 32 bit-nya yang pertama kali yakni Windows 95. Windows 95 sangat terkenal karena menampilkan GUI dengan konsep baru yang lebih memudahkan pemakai dalam menjalankan aplikasi. Untuk menjembatani perubahan dari Windows 3.11 (16 bit) ke dalam Windows 95, Microsoft meluncurkan Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) yang menawarkan 2 compiler yang terpisah dan berbeda, yang satu untuk pengembangan windows 16 bit dan yang lain untuk windows 32 bit. Pada versi ini, pemrogram sudah dapat membangun program dengan berbasiskan Componen Object Model (COM) yang mendukung kemampuan untuk membuat Dynamic-Link Libraries (DLLs). Inilah untuk kali pertama konsep OOP diterapkan dalam Visual Basic.

• VB5.0
Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk versi windows 32 bit . Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5 memperkenalakan kemampuan untuk membuat User Control. Kemampuan untuk membangun dan mendistribusikan ActiveX Control diberikan pada Visual Basic 5.0. Dengan ditemukannya teknologi ActiveX, baik berbentuk Active DLL (COM) ataupun ActiveX Control (OCX).

• VB6.0
pada 1998, Microsoft meluncurkan Visual Basic 6.0 dengan 3 fitur projek baru: Data Project, DHTML Application, IIS Application. Dengan 3 senjata baru ini, diharapkan pemrograman Visual Basic sudah mampu untuk membuat aplikasi internet yang handal.

• VB7.0
Visual Basic .NET (VB 7), dirilis pada tahun 2002, Beberapa yang mencoba pada versi pertama .NET ini mengemukakan bahwa bahasa ini sangat powerful tapi bahasa yg digunakan sangat berbeda dengan bahasa sebelumnya, dengan kekurangan diberbagai area, termasuk runtime-nya yang 10 kali lebih besar dari paket runtime VB6 serta peningkatan penggunan memory.

• VB8.0
Visual Basic 2005 (VB 8.0) , merupakan iterasi selanjutnya dari Visual Basic .NET. dan Microsoft memutuskan untuk menghilangkan kata kata .NET pada judulnya. Pada Rilis ini , Microsoft memasukan beberapa fitur baru, diantaranya:
1.    Edit and Continue , mungkin inilah kekurangan fitur terbesar dari VB .NET . pada VB 2005 ini kita diperbolehkan melakukan perubahan kode pada saat program sedang dijalankan
2.    Perbaikan pada Konversi dari VB ke VB NET12Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) , dirilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1.

• Visual Basic 2005 Express
Visual Basic 2005 Express , merupkan bagian dari Product Visual Studio. Microsoft membuat Visual Studio 2005 Express edition untuk pemula dan yg gemar dengan VB, salah satu produknya adalah Visual Basic 2005 Express yg merupakan produk gratis dari Microsoft

• VB9.0
Basic “Orcas” (VB 9.0) , dijadwalkan akan dirilis pada tahun 2007 dan dibangun diatas .NET 3.5. Pada rilis ini , Microsoft menambahkan beberapa fitur , diantaranya :
1.    True Tenary operator , yaitu fungsi If(boolean,value, value) yg digunakan untuk menggantikan fungsi IIF
2.    LINQ Support
3.    Ekspresi Lambda
4.    XML Literals
5.    Nullable types
6.    Type Inference
• VB10.0
Visual Basic ‘VBx’ (VB 10.0) , Visual Basic 10, yang juga dkenal dengan nama VBx, akan menawarkan dukungan untuk Dynamic Language Runtime. VB 10 direncanakan akan menjadi bagian dari SilverLight 1.1

Beberapa Fungsi Komponen-Komponen VB :
1. Text Box : Text box merupakan kontrol yang dipakai sebagai tempat untuk mengisi maupun menampilkan data. Contohnya pada aplikasi penjualan ini yaitu text box diisi dengan nama-nama stock barang yang akan disimpan ke dalam database.
2. Label : Label merupakan kontrol yang dipakai sebagai tempat untuk menampilkan keterangan.
3. Command Botton : Command button merupakan kontrolyang dipakai sebagai tombol untuk melakukan sebuah proses.
4. Combo Box: Combo box merupakan kontrol yang dipakai sebagai tempat untuk menampilkan daftar pilihan. Dengan combo box kita tinggal memilih pilihan yang ada pada combo box tersebut.
5. List Box : List Box memiliki fungsi yang hamper sama dengan combo box, yaitu menampilkan daftar. Perbedaannya, pada combo box hanya satu pilihan yang terlihat sebelum combo box diklik, sedangkan pada list box dapat menampilkan beberapa pilihan.
6. Option Botton : Option button berfungsi untuk menampilkan daftar pilihan.
7. Frame: Frame berfungsi untuk mengelompokan kontrol-kontrol pada form menjadi satu bagian.
8. List Box : Digunakan Untuk Menampilkan Daftar Pilihan Yang Bisa Digulung.
9. Hscroll bar : Untuk Penggulungan Dengan Langkah Lebar Dengan Indikasi Posisi Pemilihan Dlm Posisi Horizontal.
10. Vscroll bar: Untuk Penggulungan Dengan Langkah Lebar Mengindikasikan Posisi Pemilihannya Vertical.
11. Timer : Untuk Penghitung Waktu Event Dalam Interval Yang Ditentukan.
12. Drive list box : Untuk Menampilkan Disk Drive Yang Di Miliki Komputer.
13. Dir list box : Menampilkan Direktori Dan Path.
14. File list box : Menampilkan Sebuah Daftar File.
15. Shape : Untuk Memasang Kontrol Yang Mampu Menghasilkan Sarana Agar Pemakai Bisa Menggambar Berbagai Bentuk.






Berikut merupakan pengertian secara rinci pengertian VISUAL BASIC 6.0 Entreprise:

Menurut Andi (2002) microsoft Visual Basic 6.0 adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi Windows yang berbasis grafis (GUI-Grapical User Interface). Microsoft Visual Basic merupakan event-driven programming (pemrograman terkendali kejadian) artinya program menunggu sampai adanya respon dari pemakai berupa event atau kejadian tertentu (tombol diklik, menu dipilih, dan lain-lain).

Microsoft Visual Basic 6.0 sangat populer pada tahun-tahun terakhir ini. Microsoft Visual Basic 6.0 lebih banyak digunakan sebagai developer dibanding bahasa pemprograman yang lain seperti Pascal misalnya, dimana kita harus menulis program untuk segala sesuatu. Microsoft Visual Basic 6.0 mampu menambahkan sendiri sebagian kode program secara otomatis ke dalam program sehingga pekerjaan programer menjadi semakin mudah. Micrososft Visusal Basic 6.0 memberikan banyak kemudahan bagi para perancang program berbasis windows dalam menuangkan imajinasinya dengan menggunakan objek-objek yang tersedia dalam fasilitas Micrososft Visusal Basic 6.0 serta fasilitas click and drag untuk membuat tampilan semenarik mungkin sesuai dengan keinginan pembuat program.
Micrososft Visusal Basic 6.0 juga menyediakan fasilitas yang mungkin untuk menyusun sebuah program dengan memasang objek-objek grafis dalam sebuah form. Selain itu Microsoft Visual Basic 6.0 juga menawarkan berbagai kemudahan dalam mengelola sebuah database. Selain keistimewaan yang handal Micrososft Visusal Basic 6.0 memiliki keistimewaan yang paling utama adalah Object Oriented Programming (OOP) atau disebut dengan pemrograman yang berorientasi objek yang mempermudah para pemakai dalam membangun sebuah modul aplikasi yang lengkap.
1. Memulai Program Microsoft Visual Basic 6.0
Untuk memulai program Micrososft Visusal Basic 6.0 dapat dilakukan dengan cara :
a. Klik tombol Start pada Taksbar, kemudian pilih program dari tampilan menu utama.
b. Pilih Microsoft Visual Basic 6.0
2. Interface Standar Pada Microsoft Visual Basic 6.0
Menurut Andi (2002) layar microsoft Visual Basic ini adalah suatu lingkungan besar yang terdiri dari beberapa bagian kecil yang kesemuanya memiliki sifat dapat digeser-geser ke posisi mana saja yang anda inginkan, dapat diubah-ubah ukurannya seperti anda mengubah ukuran jendela Windows, dapat menempelkan dengan bagian lain yang berdekatan.
a. Control Menu
Control menu adalah menu yang digunakan terutama untuk memanipulasi jendela microsoft visual basic. Dari menu kita bisa mengubah ukuran, memindahkan, atau menutup jendela microsoft visual basic atau jendela windows lainnya. Control menu tersebut terdiri dari Restore, Move, Size, Minimize, Maximize, dan Close.
b. Menu Bar
Menu microsoft visual basic terdiri dari semua perintah microsoft visual basic yang dapat dipilih untuk melakukan tugas tertentu. Isi dari menu ini sebagian hampir sama dengan program-program windows pada umumnya.
c. Toolbar
Toolbar adalah tombol-tombol yang mewakili suatu perintah tertentu dari microsoft visual basic yang berfungsi untuk pengaksesan perintah secara cepat. Setiap tombol tersebut dapat langsung di klik untuk melakukan perintah tertentu. Biasanya tombol-tombol ini merupakan perintah-perintah yang sering digunakan dan terdapat pula menu microsoft visual basic.
d. Form Window
Form window atau jendela window adalah daerah kerja utama, dimana kita dapat membuat program-program aplikasi visual basic. Pada form ini kita merancang teks, gambar, tombol-tombol perintah, scrollbar, dan sebagainya. Jendela form ini pada awalnya kelihatan kecil, tetapi ukurannya bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang kita buat.
e. Toolbox
Toolbox adalah sebuah kotak piranti yang mengandung semua objek atau control yang dibutuhkan untuk membuat sebuah program aplikasi.
f. Jendela Properties
Jendela properties adalah jendela yang mengandung semua informasi mengenai objek yang terdapat pada aplikasi microsoft visual basic. Properti adalah sifat sebuah objek, misalnya seperti namanya, warna, ukuran, posisi, dan sebagainya.
g. Form Layout Window
Form layout window adalah jendela yang menggambarkan posisi dari form yang ditampilkan pada layar monitor. Posisi form pada form layout window inilah yang merupakan petunjuk dimana aplikasi yang dibuat akan ditampilkan.
h. Jendela Code
Jendela code adalah salah satu jendela yang penting di dalam microsoft visual basic. Jendela ini berisi kode-kode program yang merupakan instruksi-instruksi untuk aplikasi visual basic yang dibuat. Setiap objek pada visual basic dapat ditambahkan dengan kode-kode program untuk melakukan tugas-tugas tertentu seperti menutup aplikasi, membatalkan perintah, dan sebagainya.
3. Mengakhiri Program Microsoft Visual Basic 6.0
Untuk mengakhiri microsoft Visual Basic dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Dengan cara mengklik ikon X (close) pada sudut kanan atas program.
b. Dengan mengklik pilihan Exit pada menu file.
c. Dengan mengklik simbol gambar program Visual Basic pada sudut kiri atas, lalu klik pilihan close.


Demikian semoga bermanfaat.
0

Cara Menghapus Blog secara Permanen

Posted in ,
Berikut merupakan cara menghapus blog dalam blogspot, untuk kepentingan dan alasan tertentu pastilah dibutuhkan penghapusan blog secara permanen oleh tiap individu:
1. Buka http://blogger.com kemudian masuk dengan akun gmail anda, lalu ketuk pada Tab Setting di list blogger anda.

2. Kemudian akan masuk ke dalam lama seperti ini, lalu klik 'Other'

3. Pilih 'Delete Blog'

4. Dalam dialog box tersebut secara proses akan menghapus blogspot yang berkaitan.


Selesai. Semoga bermanfaat :)

Wednesday, 15 October 2014

1

Photoshoot on Tuesday, 14th

Posted in , , , , , , , , , ,
Hi buddy, i just took a new photoshoot yesterday.
Hope i'll inspirate you to make a creation, of simple photography. Look at my innocent kinda fuckin awesome with my new jersey of Manchester United. Im glad. Scroll it down and give me credit on my account.








Thursday, 11 September 2014

0

PERULANGAN DALAM PERULANGAN (NESTED LOOPING) dalam Pemrograman PHP

PERULANGAN DALAM PERULANGAN (NESTED LOOPING) dalam Pemrograman PHP
Author: Stella D. J. ShanawiRekayasa Perangkat Lunak SMK Telekomunikasi Tunas HarapanTahun Ajaran 2014/2015 dalam Kurikulum 2013

Struktur perulangan memungkinkan terjadinya proses kalang di dalam kalang atau perulangan di dalam perulangan. Perhatikan struktur perintah berikut ini;
for(x1=awal;x1<akhir;step){   for(x2=awal;x2=akhir;step)   {      statements;    }

Dari contoh diatas terlihat statemtn diproses oleh dua perulangan yaitu perulangan dengan ekspresi x1 dan x2. 
0

PERULANGAN (LOOPING) dalam PHP

PERULANGAN (LOOPING) dalam PHP
Author: Stella D. J. ShanawiPemrograman Web PHPSMK Telekomunikasi Tunas Harapan Kab. Semarang dalam Kurikulum 2013Tahun Ajaran 2014/2015


          Dalam pemrograman berbasis PHP atau Hypertext Preprocessor, sebuah pemrograman web server-side yang bersifat open source, ada 3 konstruksi looping:

  • WHILE
  • DO WHILE
  • FOR
WHILE
Digunakan untuk melakukan perulangan selama ekspresi kendali bernilai benar perulangan akan berhenti ketika ekspresi kendali bernilai salah atau diberikan sebuah statement break.
Bentuk dasar perulangan while:

While(expr)
{
     statement;
}

Expr adalah kondisini yang harus dipenuhi sebagai syarat terjadinya perulangan; artinya pada expr jika kondisi masih dipenuhi perulangan masih bisa dilakukan.
Statement logika diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. $a = 1; digunakan untuk memberikan nilai awal perulangan.
  2. while($a<10); digunakan untuk memberikan kondisi bahwa perulangan akan dilakukan ketika kondisi a<10 masih terpenuhi.
  3. $a++ statement ini merupakan "incrementd" yang artinya di setiap perulangan nilai a, akan bertambah 1 sampai akirnya a<10 dan proses perulangan berhenti. jadi perulangan while akan memeriksa ekspresi terlebih dahulu, ekspresi akan menyebabkan perulangan sedangkan yang salah menjadikannya berhenti.


DO WHILEEkspresi pada perulangan do-while dideteksi setelah proses satu loop dilakukan.
Bentuk dasar do while adalah sebagai berikut:
do{    statement;while(ekspresi)

Ekspresi adalah kondisi yang harus dipenuhi sebagai syarat terjadinya perulangan; artinya jika kondisi pada expr masih dipenuhi perulangan masih dilakukan.


FOR
Digunakan untuk melakukan perulangan dengan jumlah yang ditentukan yaitu sebelum proses perulangan dimulai sudah ditentukan batas akhir dan batas awal dan statement perulangan.
Bentuk dasar perulangan for adalah sebagai berikut:
for(awal;akhir;step){   statement;} 


  1. Awal adalah batas kondisi awal perulangan.
  2. Akhir adalah batas kondisi akhir perulangan.
  3. Step adalah tingkat kenaikan perulangan.
  4. Statements adalah pernyataan yang diulang.
Semisal; for($i=1;$i1<=10;$i++) dibaca: Perulangan dimulai dari i(sebagai variabel) =1, samai akhrnya 1 menjadi <= 10, dengan tingkat kenaikan 1.




Dalam struktur perulangan terdapat beberapa pernyataan yang bertujuan mengubah jalannya eksekusi terhadap proses looping yang dilakukan. Pernyataan tersebut adalah break, continue, dan exit.

BREAK
Pernyataan ini digunakan untuk keluar dari perulangan sintkas=break(n) dalam hal ini n merupakan parameter opsional yangd igunakan jika terdapat nested loop(perulangan dalam beberapa tingkatan). Pernyataan break akan mengikuti urutan tingkatan, dimulai dari tingkat paling dalam menuju tingkat terluar.

CONTINUE
Pernyataan ini digunakan dalam struktur perulangan untuk melewati proses iterasi saaat ini dan melanjutkan ke iterasi selanjutnya.

EXIT
Pernyataan ini digunakan untuk mengakhiri seluruh proses eksekuasi yang sedang berjalan. Akibat yang ditimbulkan pernyataan ini tidak hanya pada script PHP saja, tetapi juga pada HTML.
Program yang digunakan untuk menjalankan kesemuanya dalam PHP antara lain: Notepad, Adobe Dreamweaver, dan XAMPP.

Wednesday, 10 September 2014

0

I HEAR YOUR HEARTBEATS 18

I HEAR YOUR HEARTBEATS 18
*****
(STILL) Author Point Of View




         
Remang-remang bayangannya di sudut cahaya lilin itu semakin temaram. Sementara petikan gitar dan senandungan dari seseorang yang lain masih mengiringi rasa harap-harap cemas. Tangannya mulai menyeka butiran bening yang tak terasa berjatuhan berteman rasa hambar, sepi dan dingin. Bayangan dirinya duduk sendirian disamping dinding bersemburat ungu itu semakin meyakinkan kalau tidak akan ada yang dinantikan.
           
Lelaki disudut dapur itu menoleh kembali pada gadis yang begitu tenang menantikan orang yang begitu dibencinya. Zayn mengerang halus lantas bangkit mendekati Wero yang terlihat melamun dengan mata hazelnya yang menggantung. Bibirnya terkatup manis tanpa sapuan lipbalm atau apapun, masih merona diantara temaram lilin sebagai cahaya diruangan yang begitu romantis itu.
“Wero,” ucapnya pelan sambil menempati kursi duduk didepan sang gadis.
“Maaf aku mengambil tempat Justin, tapi maksudku hanya beberapa menit saja.”
            Wero mengangguk perlahan kemudian menatapi lilin diatas kue ulangtahunnya yang semakin meleleh. Zayn mengikutinya kemudian menatapnya dalam, merasakan begitu kecewanya perasaan Wero.
“Bolehkan aku-”




Braaaakkk ..




Mereka berdua sama-sama menoleh sementara seorang lelaki telah tersungkur diambang pintu, tepat dihadapan Wero dan Zayn. Gadis itu seketika bangkit dan berhamburan memeluk lelaki itu, kemudian meneteslah kembali airmatanya. Dengan sekuat tenaga dia mencoba menyandarkan kepala orang yang begitu dicintainya itu diatas pangkuannya.
“Justin bangun, Justin.” desis gadis itu parau.
            Matanya menyorot setiap lekuk wajah Justin yang begitu lelah, lantas mencium aroma alkohol yang begitu menyengat disana. Dia menepuk pipi Justin perlahan-lahan, namun lelaki itu tetap terpejam tanpa sadar. Wero menengadah melirik Zayn yang menatap mereka sarkastik masih duduk di meja tempatnya tadi.
“Zayn. Kumohon.” kata Wero bergetaran sembari menatap wajah Justin yang ditopangnya. Zayn memutar kedua bola matanya kemudian mendekat ke arah mereka, Wero menyingkir kemudian mengikuti Zayn yang membopong tubuh kakaknya itu di belakang punggungnya.

“Dia mabuk.”

Ujar Zayn singkat selepas merebahkan tubuh Justin di kasur, sementara Wero melepaskan sepatu dan dasi yang digunakan suaminya. Wero meletakkannya didekat perapian kemudian kembali duduk disamping Justin yang terlelap. Zayn berdecak sejenak melihat keadaan musuh bebuyutannya itu yang begitu berantakan; rambut yang acak-acakan serta baju yang dikenakannya sama sekali tak menunjukkan citra orang kantoran seperti pekerjaannya sekarang.
            Wero mengusap-usap lembut wajah Justin yang tertetesi airmatanya; dengan ibu jarinya merasakan setiap cintanya untuk Justin yang begitu melekat. Zayn yang merasa tidak dibutuhkan disana, kemudian melenggang pergi begitu saja keluar kamar. Gadis itu mendongak, mengecup bibir Justin sekilas kemudian berjalan mengikuti Zayn.
“Zayn terimakasih.” ucapnya dibelakang. Lelaki itu berhenti berjalan lantas menoleh.
“Terimakasih untuk menemaniku beberapa hari ini, membantuku menyiapkan semuanya dan yang terakhir, yang- maksudku kau membantuku untuk Justin.” suara gadis itu semakin parau lantas menutup wajah malaikat itu dengan telapak tangannya erat.
            Perlahan bahunya mulai naik-turun seirama seluruh lara hati yang dirasakannya. Dia bersandar kemudian jatuh terduduk dilantai. Lelaki itu merasakan ada yang menyayat hatinya begitu suara tangisan Wero memekakan telinganya. Dia mendekat kemudian merangkul Wero dari samping tubuhnya.

“Iya Wer. Aku senang bisa membantumu.”

Gadis itu menengadah menatap dalam manik mata saphire milik Zayn yang juga menatapinya penuh perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Sekuat tenaga dia meraih tubuh Zayn kemudian terisak disana. Zayn mengusap-usap rambut cokelat gadis itu dengan penuh hati-hati.
“Aku tidak mengerti, semuanya sia-sia untuk hal yang bodoh seperti ini Zayn.”
“Aku tahu Wero, semuanya sulit. Aku tahu bagaimana perasaanmu untuk Justin, penantian dan segala hal sebelum semuanya sia-sia seperti ini. Kau hebat.”
“Aku bodoh Zayn-”
“Sssst. Sudah jangan menyesali itu, tenang Wero aku ada disini. Boleh aku?”
            Wero melepaskan pelukannya, kemudian Zayn merogoh saku celananya. Lelaki itu lantas mengeluarkan sebuah kalung darisana, dengan senyum dia menyerahkannya untuk gadis itu. Wero menatap Zayn nanar, sementara dia mengalihkannya menatap kalung berliontin hati itu dengan seksama. Zayn mengusap kedua pundaknya, membuat mereka berhadap-hadapan sekarang.
“Kau boleh membuangnya setelah ini. Maaf hanya itu saja,” bisiknya pada Wero yang sesegukan.
“Tidak Zayn aku tidak akan membuangnya. Aku akan mengenakannya nanti untukmu.”
“Terimakasih.”
            Wero sedikit tersenyum kemudian meraih tangan Zayn untuk berdiri. Mereka lantas menuju ruang tamu didepan kembali ke suasana gelap lagi. Semuanya hening, sementara gadis itu meniup lilin yang hampir habis dari wujudnya tadi. Dia berjalan terseret lantas membuang segala apa yang ada di atas meja tadi ke luar rumah tepat di tempat sampah disana. Zayn hanya diam sembari mematung diambang pintu.
“Sebaiknya kau beristirahat Wero. Sudah terlalu larut, dan kupikir Mom akan mencariku.”
“Kau benar Zayn maaf aku merepotkanmu untuk hal seperti ini. “
“Tidak sama sekali, jangan lupa kau harus beristirahat setelah ini.”
            Dengan kilat Zayn meraih kening gadis itu, membuat Wero tertegun sejenak.
“Happy birthdays my lovely sister ..” desis Zayn lirih diakhir ucapannya, gadis itu menatapi lelaki tadi menaiki motornya. Zayn mengedipkan matanya dari kaca helm kemudian melambaikan tangannya pada Wero. Gadis itu hanya tersenyum kemudian bayangan Zayn menghilang dibalik gelapnya malam.







*****
Weronika Point Of View



            Aku menyeret langkahku menuju kamar. Rasa dingin menusuk tulang diluaran tadi apalagi aku mengenakan dress yang begitu tipis, dress pemberian Justin. Aku harap dia datang tepat waktu kemudian mengucapkannya di hari yang tadinya kuharapkan istimewa ini. Semuanya persiapanku dari awal ternyata sia-sia. Entahlah aku tidak akan pernah bisa memarahi Justin, hati ini rasanya tak sampai mengucapkannya. Asalkan Justin baik-baik saja aku terima kenyataannya; dia tidak lagi Justinku yang dulu.
            Aku merebahkan tubuhku tepat disamping Justin, rasanya lelah, kecewa dan begitu rumit dijelaskan. Dengan susah payah aku mengusap airmataku yang tak mau berhenti menetes. Justin masih terpejam, aku kembali mencium aroma yang tidak sepantasnya ada pada Justin. Bau alkohol itu begitu menyengat, sementara baju Justin dengan aroma yang sama. Perlahan aku membuka kancing kemejanya dengan hati-hati, kelopak mata Justin sedikit terangkat. Aku tetap melanjutkan pekerjaanku.
“Carl .. hmmm,” desisnya tiba-tiba. Carl? Aku berhenti namun tangan Justin menarik tubuhku jatuh padanya. Astaga, aku tidak tahan dengan bau alkohol seperti ini. Rasa mual itu kembali membuatku harus berlari ke wastafel.
“Justin aku-”
            Bibir kami tertaut, Justin melakukannya lembut membuat rasa itu terhalang. Namun semakin sering semakin gencar tangannya bergerak. Aku menepisnya kemudian bangkit darinya.
“Carl.” desisnya lagi. Carl? Carly? Aku mengernyitkan dahiku kemudian mengusap bibirku perlahan. Tiba-tiba saja Justin bangkit menatapku dengan matanya yang sayu kemudian tersenyum begitu manis. Aku terpaku melihatnya, aku benar-benar merindukan Justinku.
“Wero? Kau menyamar menjadi Wero, hmm?”
            Justin berucap tak begitu jelas dengan tubuh yang berusaha tetap duduk.
“Maksudmu Just? Ini aku Wero, kau pikir aku-”
“Aku mencintaimu Carl.”
“Justin apa maksudmu?”
Lelaki itu melumat bibirku kembali sementara aku tak bisa menampisnya, aku mulai menangis merasakan ada yang semakin berbeda dengan Justin. Dia semakin liar, entah mungkin karena dia mabuk perlahan dia meneruskan membuka satu persatu kancing piyama yang kukenakan. Aku menepisnya namun tiba-tiba tangan Justin menamparku begitu saja.
“Diam! Dasar murahan! Turuti saja apa mauku!”
“Justin apa yang kau pikir? Ini aku Wero!”


Plaaaaak ..



Airmataku berjatuhan kembali menatap lelaki itu menatapku kosong namun begitu tajam, aku meraih selimut disampingku kemudian menangis dibaliknya, Justin meraih bibirku dengan paksa kemudian menggigitnya hingga kurasakan kalau bibirku telah luka. Astaga Tuhan ada apa dengannya?
“Justin cukup! Kau bukan Justin! Justin tidak akan kasar padaku!”
            Dengan kesakitan aku menahannya, lelaki ini menarik rambutku dengan kasar sementara dia meninggalkan kissmark di leherku. Justin bangkit sementara aku mendorong tubuhnya untuk menjauh dia justru menyeringai ..








*****
Author Point Of View




            Gadis itu masih menangis didalam lututnya yang merapat, dia mendekap selimut yang dikenakannya dengan perasaan yang semakin hancur. Sementara lelaki yang juga polos tidur disampingnya tiba-tiba mengerang kemudian mengerjapkan matanya. Wero masih terdiam menahan tangisnya tak terpecah lagi, perasaannya telah dihancurkan oleh lelaki yang dicintainya sendiri. Justin bangkit kemudian terpejam memegangi kepalanya, lelaki itu mengibaskan rambut emasnya perlahan kemudian menatap sekeliling.
            Dia terkesiap mendapati istrinya tengah meringkuk dibalik selimut merah marun itu. Justin segera merangkul Wero dari belakang, seketika dia merenung memikirkan apa yang terjadi. Dia menengadah menatapi tubuhnya yang shirtless lantas melihat Wero tidak lagi dengan piyamanya.
Tangannya singkat membuat gadis itu berhadapan dengannya.

“Wero?”

Desisnya menatap bibir gadis itu, terlihat bekas luka dengan darah yang belum mengering. Sementara mata hazel mereka bertemu namun saling pahit satu-sama-lain. Wero menaikkan sebelah alisnya, kemudian air matanya sigap diseka begitu mengalir dikerlingannya.
“Semalam kita?” ucapnya terhenti, Wero mengangguk lemas.
“Bagaimana bisa? Tapi, mengapa kau tidak marah?”
            Wero tersenyum tipis kemudian memaksa dirinya mencium kilat bibir Justin. Lelaki itu menahan dagu gadis berparas malaikat itu dengan ibu jarinya, membuat Wero menengadah.
“Karena aku mencintaimu Just, ya aku mencintaimu.”
“Uhm, aku, aku juga mencintaimu.”
Wero hanya tersenyum kecut merasakan ucapan lirih yang suaminya ucapkan. Justin terdiam kemudian menatap langit-langit kamar mereka dengan tatapan kosong lantas segera bangkit begitu saja setelah meraih handuk didepan wastafel. Dia menuju kamar mandi tanpa berucap sepatah katapun lagi
“Semuanya akan terjawab. Aku yakin semua ini tidak main-main Justin, ada gadis lain yang selalu menemanimu disaat kau selalu jauh, dan menjauh dariku, kalian mengkhianatiku.”
“Ada yang kau katakan Wero?”
            Gadis itu terkesiap menatap Justin keluar lagi dari kamar mandi menatapnya penuh curiga. Wero menggeleng perlahan lantas tersenyum. Pintu kembali tertutup.
“Tidak ada Justin, semuanya akan terjadi seolah tidak ada apa-apa sejak semalam.”






*****
Weronika Point Of View



            Aku menatap Justin yang sibuk dengan pekerjaannya, seolah terburu-buru menuju kantor. Yeah tentu saja ada Carly disana yang akan menemaninya, bukan aku. Semalam aku sudah cukup tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ah tidak-tidak aku berharap semuanya hanya perasaanku dan aku hanya salah dengar dengan ucapan Justin semalam, tidak ada alasan bahwa Justin memang tidak begitu jelas mengucapkannya. Dan aku bisa maklum dia kasar padaku karena dia mabuk semalam.
            Tiba-tiba ponselku berdering, aku menerawang ke langit-langit kemudian menerimanya.
Wero .. bisakah kita bertemu nanti? Aku ingin menyiapkan kadoku yang belum kusampaikan padamu semalam.”
Zayn berucap darisana, aku melirik Justin yang masih asyik dengan pekerjaannya.
“Tentu saja Zayn, baik nanti sore ditempat biasanya ya, aku bisa datang.”
            Aku terkesiap, tiba-tiba saja Justin merebut ponselku kemudian menyimpannya dalam tas kerjanya. Dia menatapku tajam, seperti Justin yang dulu cemburu pada setiap lelaki yang mendekatiku. Aku bisa tersenyum meski sakit hatiku tertinggal.
“Aku berangkat, dan jangan nakal disaat aku tidak ada disampingmu Wer.”
“Baik Just,”

Dia mengecup keningku sekilas lantas menaiki mobilnya, aku melambaikan tanganku sembari deru mobil itu perlahan tidak kudengar lagi. Hela nafasku tak cukup untuk semuanya, Justin berlalu begitu saja, melukaiku dan melupakan hari ulangtahunku. Yang jelas aku mencintainya. Aku mencintaimu Justin.



To be continued.
0

I HEAR YOUR HEARTBEATS 17

I HEAR YOUR HEARTBEATS 17

*****
Author Point Of View




               Disudut keramaian sebuah jalanan yang mulai dipenuhi manusia itu, pikiran gadis bermata hazel yang begitu paras cantiknya berjalan membawa beberapa tas kertas berisi belanjaannya. Dia nampak begitu bahagia meski sebenarnya pikirannya masih tertuju pada apa yang akan terjadi menuju hari pemeriksaannya nanti. Dia masih berharap-harap cemas sembari memandangi belanjaannya yang begitu berat untuk dibawa seorang wanita.    Matanya menatap sekeliling lantas dengan simpul sederhana dia berjalan memasuki sebuah toko kue dengan nuansa klasik. Wero tersenyum menatap deretan kue-kue lucu terpampang dengan manisnya. Dia meraih etalase lantas berjongkok melihat satu-per-satu dari mereka.    “Manis sekali.” gumamnya sambil menimang sebuah chocolate cupcakes dengan taburan aneka topping berwarna-warni. Wero lantas bangkit berdiri kemudian memanggil waiters cafe sekaligus toko kue itu, lantas mereka berdua sama-sama berjongkok melihat kue pilihan Wero. 

“Yang itu miss!”

 Gadis itu terkesiap begitu menoleh melihat seseorang disampingnya yang juga mengucapkan kalimat yang sama dengannya, lantas dengan senyuman kikuk mereka berdua tersenyum begitu aneh. Lelaki disampingnya membantunya berdiri kemudian mereka saling-pandang hingga masing-masing tertawa renyah.    “Kelihatannya kau begitu bahagia dengan Justin, Wer.” kata lelaki bermata sapphire itu.    “Kau juga nampak semakin bersemangat, aku dengan One Direction akan menjalani beberapa tour dunia. Congratulations Zayn, im so proud of you.”                    Zayn meraih jabatan tangan Wero lantas memampangkan deretan rapi giginya dengan begitu manis, sementara suara dehaman waiters diantara mereka tiba-tiba memecah suasana.    “Ehm, maaf miss berikan saja kuenya untuk nona cantik ini.”   Zayn mengedipkan sebelah matanya pada Wero, gadis itu hanya menggeleng kepalanya. Lelaki ini terlampau baik, meskipun telah banyak tersakiti, gumamnya. Wero lantas tersenyum mengikuti wajah Zayn yang nampak seperti dulu tidak ada yang terubahkan.    “Terimakasih Zayn.” ucap gadis itu setelah Zayn mempersilahkannya duduk. Mereka saling tatap.    “Kau terlihat semakin gemuk Wer. Lihat ini pipimu semakin chubby.”    Wero terkekeh sambil menampis-nampis tangan Zayn yang mencubiti pipinya gemas. Sementara suara tawa mereka nyaring diantara pengunjung lain yang tak begitu memperhatikan mereka berdua. Wero menyimpan semuanya, hatinya tersentuh kembali untuk anaknya. Gadis itu menatap bayangan Justin di wajah Zayn sedang tersenyum lebar didepannya, dan semuanya akan nyata kalau Wero benar-benar hamil untuk senyuman itu terbayarkan.      
“Kau bilang aku semakin gemuk?”
 Wero berujar cemas pada Zayn. Lelaki itu mengangguk sembari menelisik wajah ceria Wero yang berubah murung. Gadis itu mulai berpikir semuanya hambar, tubuhnya yang semakin bertambah gemuk, rasa mual, dan semuanya itu tidak ada buahnya samasekali. Betapa sulit untuk diungkapkan gadis itu hanya ingin suatu keajaiban terjadi.    “Wero maaf kata-kataku terlalu menyakitkan.” Gadis itu terhenyak menyadari Zayn menatapinya.    “Ah tidak, bukan maksudku aku hanya memikirkan karena apa aku gemuk, mungkin yang salah mengungkapkannya.”                    Zayn menaikkan kedua alisnya, sementara dia menatap Wero sedang mengerucutkan bibirnya sembari menatapi kasir yang telah ramai diantre oleh pelanggannya. Lelaki itu lantas menatapi gadis yang sama yang dicintainya itu, setidaknya perasaannya telah tertambat kelain hati. Zayn tersenyum kecut mengingat masa lalunya yang begitu konyol dengan hubungannya dengan kakak tirinya, bahkan mencintai gadis yang sama. Dia melirik jam tangannya, kemudian mengusap kecil tangan gadis didepannya itu.    “Untuk apa membeli kue tadi Wer?” tanya Zayn sambil menaruh kedua tangan dibawah dagunya.    “Umm, aaa-aku hanya memesannya Zayn untuk minggu yang akan datang.” balas gadis itu penuh senyuman, sama seperti yang Zayn lakukan. 
“Acara apa-”
“Lalu kau sendiri?”
               Mereka berdua kembali meledakkan tawa ketika sama-sama berbicara dalam waktu bersamaan. Zayn dan Wero saling tatap dengan tatapan heran satu-sama-lain kemudian tertawa kembali.
“Kau dulu yang menjawab pertanyaanku Wer.” ucap lelaki itu sambil menunjuk hidung Wero gemas.
“Aku? Okay baiklah aku memesan kue untuk hari ulangtahunku nanti. Sekarang kau Zayn kau harus menjawab pertanyaanku dulu.”
“Ulangtahunmu? Maksudku aku hanya berjalan-jalan selain itu Mom menyuruh membelikan cupcakes untuknya kak Weroo.”

Wero semakin tersenyum antusias sambil membenarkan posisi duduknya.

“Mom? Oh aku sungguh merindukannya, aku sudah lama tidak keluar rumah dan, dan kau tahu baru kali ini aku bisa keluar setelah sekian lama disangkar bersama kakakmu.” ucap Wero mengerling.
“Hei kau curang.” pekik Zayn keras-keras sambil membuat bibirnya manyun kebawah. Wero menahan tawanya menyaksikan kelakuan bodoh yang dilakukan adik iparnya itu.
“Baik-baik adik iparku yang sangat charming ..”
“Sungguh? Aku memang sudah merasa tampan sejak purbakala.”
“Hey! Kau yang curang"
            Zayn mencubit hidung Wero gemas kemudian membiarkannya mengerucutkan bibir sampai acara tertawanya selesai. Wero menghentakkan kakinya dilantai seirama bibirnya yang tertarik ke kiri-dan-kekanan.
“Baik. Kenapa jadi aku yang antusias menceritakannya ya?” Wero terkekeh. 
“Tidak apa aku hanya menggodamu saja Wer. Maaf aku sekedar ingin tahu, mungkin aku tidak ada dalam daftar undangan kalau aku tidak menanyakannya padamu kak Wero.”
“Kak Wero? Hahaha.”
“Maksudmu dengan Justin mengekangmu untuk dirumah sementara dia bekerja di BieberCorp seharian lantas membiarkanmu hanya diam dirumah, tanpa berbelanja atau apapun?”
“Sungguh? Dia memang terlihat kejam, tapi aku yakin dia begitu mencintaimu Wero. Mom baik-baik saja hanya dia sering sekali menanyakan kabar kalian, dan mungkin bayi kalian nanti. Uhm, Mom begitu mengharapkannya.”
Belum sempat Wero membantah perkataan Zayn, gadis itu kembali merenung.





*****
Weronika Point Of View




              Aku menatap mata lelaki ini jauh menerawang. Tatapannya seperti cemas dan mengerti keadaanku, seolah mengerti apa yang terjadi. Zayn begitu pengertian, berbeda dengan Justin. Rasanya seperti tersayat-sayat setiap hariku hanya dipenuhi dengan bayi, bayi dan bayi. Sementara aku tidak dapat membohongi diri lagi kalau aku memang tidak bisa memberikannya. Hanya semu, semua yang terjadi tak pelak hanya semakin membuatku down. Aku tersenyum sederhana pada Zayn kemudian memutuskan untuk bergegas.    “Zayn aku harus segera pulang, kau bisa berkunjung ke rumah kapanpun kau mau, rumahku terbuka untukmu dan jangan lupa ajak Mom. Sampaikan kalau aku merindukannya.”    “Kau benar tidak apa-apa Wer? Maafkan aku ya.”    “Tidak apa adik iparku .. kakak baik-baik saja.” 
Zayn tersenyum sembari menyipitkan matanya padaku, kemudian aku berjalan keluar setelah mengambil nota. Lelaki itu kembali ke etalase sementara aku berjalan membawa belanjaan seperti sebelumnya. Aku dengan susah payah membawanya berjalan, jalanan memang sangat ramai.



“Astaga!”



 Aku menatap belanjaanku yang berserakan dijalanan. Sementara segera aku memungutinya satu persatu dengan tergesa, tidak ada waktu sebelum banyak orang menginjaknya secara percuma.    “Wero?” ucap seseorang yang suaranya begitu ku kenal. Aku menengadah. Segera aku berhamburan memeluk lelaki ini, aku begitu merindukannya.    “Justin, kebetulan sekali kita bertemu disini?” kataku memeluk erat lelaki ini, Justin melepaskan dekapanku kemudian menatapku tak begitu berarti. Ada yang aneh dimatanya. Aku melirik jam ditanganku, waktu jam makan siang sedang berlangsung.    “Iya aku sedang mencari makan, sudah cepat bereskan belanjaanmu.”                Justin dengan cekatan memunguti belanjaanku yang terserak, sementara aku hanya menatapnya tanpa dia menatapku. Ada yang aneh dengan Justin, sama seperti aku bukan siapa-siapa untuknya. Justin menyerahkan dua tas kertas itu padaku lagi, namun isinya tak begitu rapi, semakin berat dilihat dan semakin berat untuk ku bawa sendirian.    “Terimakasih Justin.” ucapku sederhana. Justin hanya mengangguk sementara matanya memperhatikan sekeliling seolah tidak menganggapku ada didepannya. Dia terlihat mencari seseorang yang begitu penting untuknya.    “Wero? Kau baru sampai disini?” aku menoleh mendapati Zayn sedang mengunyah kue ditangannya. Dia menatap belanjaan yang kubawa dengan tatapan kesal lantas begitu saja merebutnya dariku.    “Hey-”    “Justin? Kau juga disini? Sedang apa kau? Tidak bekerja? Lalu kenapa diam saja membiarkan Wero membawa semua ini?”                   Justin menoleh menatapi Zayn dengan sengit. Aku menggigit bibir bawahku sementara tangan Justin ku genggam erat, Justin tidak menggenggam tanganku. Lelaki itu mengacuhkan Zayn sementara Zayn hanya memaki-maki Justin dengan wajahnya yang begitu kesal, sambil mengunyah kuenya sangat rakus. Perasaan ku semakin campur aduk kalau seperti ini, jangan-jangan mereka akan beradu mulut, bertengkar atau apalah. Justin dan Zayn kakak beradik yang bahkan tidak ada rasa saling saudara samasekali .. Huft. Mengesalkan.    “Wero aku sedang buru-buru.” ucap Justin tiba-tiba. Aku menengadah, dia mengecup keningku singkat. Justin melepaskan genggamanku lantas berlari menyeberang kemudian hilang ditelan jutaan manusia yang juga berjalan. Aku hanya bisa melambaikan tangan menatapinya yang sudah tidak terlihat. 


  
 *****    Author Point Of View 




               Zayn dengan sengit meraih tangan Wero lantas mengajaknya berjalan dengan acuh-tak-acuh. Raut wajahnya begitu kesal dan berubah begitu melihat Justin. Dia lantas menghantar gadis itu pulang tanpa percakapan hangat seperti mereka di cafe tadi. Wero hanya diam dan perasaannya kalut campur aduk, antara Justin yang seakan menjauh dan Zayn yang tidak begitu diperdulikannya justri begitu perhatian melebihi Justin yang sekarang.    “Nah sekarang sudah selesai, kau masuk kamar dan beristirahatlah. Aku akan pulang.” kata Zayn menepukkan kedua tangannya bergantian menghilangkan debu seusai meletakkan belanjaan Wero didapur. Wero hanya diam mematung.    “Wero kau tidak dengar?”                Gadis itu lantas meraih tubuh Zayn erat, kemudian airmatanya berjatuhan begitu saja. Dia terisak sementara lelaki sandarannya itu hanya kebingungan sembari mencoba menenangkan Wero dengan mengusap punggungnya perlahan-lahan.    “Wero maaf kalau aku terlalu kasar-”    “Tidak Zayn, ini bukan tentangmu, ini bukan tentangmu.” 
Darah Zayn berdesir merasakan kesedihan yang begitu mendalam dirasakan Wero. Dia menunggu gadis itu untuk tenang dengan menopangkan dagu pada puncak kening Wero. Gadis itu semakin kalut dan perasaannya semakin terhancurkan.
“Zayn aku takut Justin berubah, aku merasakan dia menjauh Zayn. Dia begitu jauh, tidak seperti biasanya. Dia membiarkanku bersamamu, dia mengacuhkanku.” ucap Wero sesegukan. Zayn melepaskan dekapannya kemudian menatap lekat manik mata Wero yang hazel, seperti milik kakaknya.
            Gadis itu mengerjap kemudian menurunkan tangan Zayn yang memegangi wajahnya tadi. Matanya menyorotkan sepercik harapan dari ucapan emas lelaki itu. Wero tersenyum sederhana kemudian mengusap sendiri pipinya yang basah. 
“Aku harap semua itu terjadi Zayn. Terimakasih banyak untuk hari ini.”
 “Iyaa Wero ini semua tugasku meyakinkanmu tentang kualitas kakakku yang begitu berbeda kepribadian luar dalamnya denganku itu, tapi tenanglah Justin bisa dipercaya.”    “Kau ini, aku sedang sedih.”

                 Wero memejamkan matanya, membiarkan airmatanya semakin deras sementara ibu jari Zayn mengusapnya dengan lembut. Zayn harus membungkuk untuk meraih wajah Wero.
    “Mungkin itu semua hanya perasaanmu Wero. Hanya perasaanmu saja, tenanglah Justin itu lelaki setia, dia mungkin penat memikirkan pekerjaannya, tenanglah aku yakin itu hanya sementara ..” 
  “Tapi -”
  “Percayakan padaku Wero, aku tahu kalian saling mencintai dan hal seperti ini wajar. Kau harus semakin dewasa seperti Wero yang biasanya juga tidak cengeng.”
    “Tidak apa aku hanya menggodamu saja Wer. Maaf aku sekedar ingin tahu, mungkin aku tidak ada dalam daftar undangan kalau aku tidak menanyakannya padamu kak Wero.”
    “Kak Wero? Hahaha.”
    “Maksudmu dengan Justin mengekangmu untuk dirumah sementara dia bekerja di BieberCorp seharian lantas membiarkanmu hanya diam dirumah, tanpa berbelanja atau apapun?”    “Sungguh? Dia memang terlihat kejam, tapi aku yakin dia begitu mencintaimu Wero. Mom baik-baik saja hanya dia sering sekali menanyakan kabar kalian, dan mungkin bayi kalian nanti. Uhm, Mom begitu mengharapkannya.” 
              Wero terkekeh melihat Zayn yang memerangahkan bibirnya begitu bodoh lantas berdiri tegak kembali. Dia mengacak rambut Wero perlahan lantas membiarkannya memejamkan mata sejenak. Wero menghirup nafasnya dalam-dalam lantas menatap Zayn yang menunggunya berucap.    “Ku rasa aku butuh bantuanmu untuk minggu depan Zayn. Itupun kalau kau tidak keberatan.”    “Sungguh? Wero aku tidak pernah merasa direpotkan olehmu. Tentu saja, aku akan membantumu mempersiapkannya, tentu saja.” balas Zayn bersemangat. Wero tersenyum.    “Baiklah kita akan membuat kejutan spesial untukku dan Justin. Mau kan membantuku saat aku menelfonmu nanti?”    “Dengan senang hati kakak ipar :D” 

Wero ikut tertawa bersama Zayn sambil terus mendengarkan Zayn menggoda Wero untuk tertawa. Dalam hatinya begitu perih mengetahui kakak yang dianggapnya musuh telah melakukan hal semena-mena pada gadis yang masih sangat dicintainya, meski hampir Zayn melupakannya namun Wero menganggapnya tak begitu berarti. Mereka masih saling cubit hingga suara Wero memekik ketika Zayn membuatnya sangat ceria.




[SKIP-Still Author Point Of View]



                Wero masih bersiap dengan segala kejutannya sementara dia menghias ruang tamu mereka dengan beberapa waffel waffel mini dengan lumeran coklat leleh diatasnya. Gaun yang begitu senada dengan warna kulit gadis itu, terlihat sempurna tanpa make-up papaun, Wero sangat cantik dan membuat senang siapapun yang melihatnya. Zayn masih sibuk didapur mereka sambil terus membuat saus untuk hidangan satu jam lagi. Zayn nampak begitu bersemangat dengan terus mengaduk saus diatas kompor dan panci itu. Wero mengucap pucuk hidungnya gemas ketika lelaki itu begitu serius dengan pekerjaannya.    “Jadi kau sudah menghubungi Justin Wer?” tanya Zayn sambil mengecilkan api, masih berkonsentrasi pada masakan yang dibuatnya.    “Aku sudah menghubunginya lewat pesan, dia susah sekali untuk ditelfon. Dia pasti datang sebentar lagi, Zayn terimakasih untuk segalanya, kau bekerja dengan baik membantuku beberapa hari ini.”    Lelaki itu menoleh lantas terperangah menatap gadis didepannya begitu cantik, matanya tidak berkediap membuat Wero kikuk dibuatnya. Zayn salah menuangkan saus pada piring berikutnya. Wero terkekeh lantas Zayn terkesiap.    “Maaf maaf Wero kau begitu cantik.”    “Kau lucu Zayn, sudah aku mau ke depan menunggu Justin. Terimakasih ya.”    Zayn menatap punggung gadis itu menghilang menuju ruang tamu, dia melepaskan celemeknya kemudian dengan senyum tanpa arti menuangkan saus-sausnya. Wero masih seperti dulu tidak menganggapnya berarti seperti apapun susah payahnya. Dihatinya hanya Justin saja, dan tidak akan ada yang menggantikan sebelum semuanya berakhir, gumam lelaki itu. 




*****




                           Gadis itu menantikan seseorang yang sangat diharapkannya itu, sementara Zayn mengintipnya dari dapur sambil memainkan gitarnya disana menatapi gadis yang dicintainya gelisah menunggu suaminya datang. Zayn terus bernyanyi dalam senandungnya. Hingga larut dua jam dari waktu yang dinantikan. Sementara itu ditempat lain .. 
 Seorang lelaki sedang mengusap lembut kening seorang gadis lain disampingnya, keduanya masih erat berdua menghabiskan waktu lemburnya. Dengan bermalas-malasan Carly menengadah pada Justin yang memejamkan matanya.    “Justin, kau tidak pulang?” ucapnya pada lelaki itu. Justin mengerjapkan matanya kemudian meneguk botol bir disampingnya hingga habis.

    “Cukup Just, cukup kau minum terlalu banyak.”
    “Shut up Carly. Aku lelah. Baik aku akan pulang.”

                Gadis itu bangkit dari pangkuan Justin, kemudian membiarkan lelaki itu pergi begitu saja. Mobil Justin melesat cepat memecah keheningan malam yang tidak pernah sepi, matanya yang mengantuk dan tubuhnya yang rusak meneguk beberapa botol bir. Lelaki itu berhasil sampai dimuka rumahnya, dia berjalan terseok-seok sembari menengok jam pada ponselnya, matanya terkesiap melihat banyak sekali pesan dari pengirim yang sama, Weronika istrinya. Serta banyak panggilan tak terjawab, begitu dia terjatuh hampir terkalahkan alhokol yang diteguknya. 


“Keterlaluan. Wero, wero menungguku didalam.”

Justin menahan sakitnya luar biasa kemudian masuk mendorong pintu rumah itu.





To be continued.